Minggu, 10 Februari 2019

stunting


1.      Stunting merupakan masalah gizi kronis yang muncul sebagai akibat dari keadaan kurang gizi yang terakumulasi dalam waktu yang cukup lama,sehingga mengakibatkan gangguan perumbuhan pada anak yakni tingg badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar. Penanganan stunting tidak terlepas dari peran ibu dan keluarga di setiap fase tumbuh kembang anak dari janin hingga balita (ASI dan MPASI),terutama masa 1000 hari pertama kehidupan (HPK) yaitu periode tumbuh kembang yang dimulai sejak terbentuknya janin dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun. Di periode ini, otak dan tubuh bayi sedang berkembang pesat, sehingga jika terjadi masalah gizi akan berpengaruh juga pada perkembangan otak dan tubuh bayi. jadi pemenuhan gizi di 1000 HPK sangat penting, sebab jika tidak dipenuhi asupan nutrisinya, maka dampaknya pada perkembangan anak akan bersifat permanen serta pola asuh dalam lingkungan keluarga tersebut, dibawah ini kita akan menguraikan satupersatu peanganan stunting khususnya pada peran ibu dan keluarga dilakukan pada tahapan fakto ibu hamil, intake zat gizi ( ibu dan anak) serta pola asuh:
a)        Ibu hamil yang kekurangan nutrisi maka  janin bisa mengalami IUGR (intauterine groeth restriction) yaitu kondisi janin pertumbuhannya terhenti di dalam kandungan sehingga memili berat janin yang tidak normal karena  janin memiliki sifat plastisitas (fleksibilitas) pada periode perkembangan, sehingga janin dalam kandungan akan menyesuaikan diri dengan apa yang terjadi pada ibunya, termasuk apa yang dimakan oleh ibunya selama mengandung. Jika nutrisi yang masuk pada tubuh ibunya nya kurang, maka janin akan mengurangi sel-sel perkembangan tubuhnya. Tentunya hal ini bisa mengakibatkan BBLR(berat badan lahir rendah). .jadi nutrisi ibu hamil memang sangat harus di perhatikan , ketika ibu hamil tidak bisa mengkonsumsi makanan yang sehat dan penuh nutrisi maka janin akan menerima dampak yang sama , Janin tidak menerima nutrisi yang dibutuhkan untuk perkembangan Jaringan, otot, tulang dan sistem syaraf dampaknya bayi tidak akan tumbuh dengan baik dan sering gagal tumbuh dalam kandungan. Kesimpulannya penanganan stunting pada masa kehamilan yaitu:

Ø  Memperbaiki gizi dan kesehatan ibu hamil merupakan cara terbaik dalam mengatasi stunting. Ibu hamil perlu mendapatkan makanan bergizi dalam jumlah yang cukup. Apabila ibu mendapati berat badan yang berada dibawah normal atau kondisi kurang energi kronis (KEK) , maka ibu perlu diberikan asupan makana tambahan
Ø  Setiap ibu hamil perlu mendapat tablet tambah darah, minimal 90 tablet selam masa kehamilan
Ø  Kesehatan ibu harus tetap dijaga agar ibu hamil tidak mengalami sakit

b)      Setelah janin lahir yang perlu di perhatikan adalah pemberian ASI ekslusif dan MPASI setela bayi berusia 6 bulan ke atas.
Hal yang harus diperhatikan pada fase kelahiran hingga 6 bulan:
Ø  Persalinan ditolong oleh bidan atau dokter terlatih dan begitu lahir bayi dilakukan inisiasi menyusui dini (IMD)
Ø  Bayi sampai dengan usia 6 bulan ekslusif diberi air susu ibu(ASI) saja
Hal –hal yang harus diperhatikan pada fase bayi berusia 6 bulan hingga 2 tahun:
Ø  Mulai usia 6 bulan , selain ASI , bayi diberikan makanan pendamping ASI(MP_ASI).pemberian ASI terus dilakukan hingga bayi berusia 2 tahun atau lebih
Ø  Bayi dan anak memperoleh kapsul vitamin A dan imunisasi dasar yang lengkap
c)      Pola asuh sangat mencakup kebiasaan yang dilakukan lingkungan terutama keluarga dalam membentuk pertumbuhan anak baik pertumbuhan psikis (kepribadian )maupun pertumbuhan fisik. yang perlu diperhatikan dalam Pola asuh yaitu kebiasaan Pemberian makanan yang baik oleh ibu,rangsangan psikologisosisal , kebiasaan praktek hynine yang baik. contoh seorang anak yang tidak dibiasakan jajan oleh ibunya dan terbiasa makan makanan yang sehat dirumah berpeluang rendah untuk terkena stunting. Selain itu pola asuh orang tua dalam melakukan kebiasaan hygine yang baik seperti cuci tangan sebelum makan sangat berperan dalam mencegah stunting.


2.      Menurut menteri kesehatan RI Nila farid moelok tiga hal yang harus di perhatikan dalm pencegahan stunting yaitu perbaikan pola makan, pola asuh serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih. bagaimana sanitasi dapat memperngaruhi stunting ?
di Indonesia berdasarkan data Riskesdas 2013 prevalensi stunting di Indonesia mencapai 37,2 persen. Ternyata tidak hanya akibat gizi buruk,stunting diketahui sebagai dampak dari sanitasi buruk. Sebelumnya (stunting) disangka karena kurang gizi, tapi hasil survei akibat dari sanitasi yang jelek. sanitasi yang buruk dapat menyebabkan anak mudah terkan infeksi yang bukan sekadar diare dan diobati sembuh, anak yang sering mengalami diare berulang akan mempengaruhi sistem pencernaanya menjadi tidak baik atau rusak. Akibatnya proses penyerapan zat-zat gizi makanan ketubuh anak menjadi terganggu. Padahal gizi tersebut dibutuhkan untuk tumbuh kembang otak dan fisik anak , ketika anak tergangu proses penyerapan gizi ke tubuhnya maka tumbuh kembang anak menjadi terhambat dan beresiko stunting. Maka itu, dalam penanganan stunting tak hanya dilakukan dengan pendekatan gizi saja melainkan juga menyangkut perbaikan sanitasi. Jadi, perbaikan sanitasi salah satu pilar dalam pencegahan stunting. Sanitasi yang baik akan membuat anak terhindar dari gangguan kesehatan. Masalah penyakit infeksi seperti diare dapat dicegah dan diatasi, tanpa perbaikan sanitasi maka asupan gizi menjadi hal yang sia-sia.

3.      Stunting tidak hanya terjadi pada masyarakat  kelas ekonomi bawah, namun saat ini sudah menyasar ke masyarakat kelas ekonomi menengah.Artinya Penyebab utamanya bukan hanya karena semata kondisi ekonomi serta merta bisa dijadikan alasan penyebab anak stunting ? Atau jangan-jangan faktor kesibukan orangtua yang membuat asupan gizi anak kurang terperhatikan ?. Kesalahan pemberian asupan gizi kepada anak atau kurangnya pengetahuan seorang ibu tentang stunting dan pemenuhan asupan gizi anak karena seorang ibu adalah komandan gizi bagi keluarganya. Peranan seorang ibu tentu tidak hanya sebatas mengandung, melahirkan, dan memenuhi kebutuhan materi anak akan tetapi yang tak kalah penting adalah menjamin pertumbuhan anak agar tumbuh menjadi anak yang sehat. Hal yang harus diperhatikan seorang ibu sebagai komdan gizi bagi keluarga nya yaitu:
Ø  Belajar dan mengupdate informasi dan pengetahuan tentang bagaimana memberikan asupan gizi yang cukup, sehat dan mampu menuhi kebutuhan gizi anak dan keluarga.baik pengetahuan tentang kandungan suatu makan yang diberikan maupun pengelolaan makanan yang baik dan benar.
Ø  Memperhatikan kesedian pangan dan asupan gizi dari makanan yang disajikan tiap harinya dan selalu mengevaluasi keadaan tumbuh kembang anak.

4.      Impelmentasi intervensi gizi spesifik dan sensitive:
a.       intervensi gizi Spesifik  intervensi Gizi Spesifik melalui upaya-upaya dalam menanggulangi gangguan secara langsung , kegiaatan intervensi gizi spesifik menyasar pada kelompok 1000 HPK, berikut dipaparkan penagulangan stunting dari segi gizi spesifik oleh germas :
1.      intervensi dengan sasaran ibu hamil:
Ø  Memberikan makanan tambahan pada ibu hamil, untuk mengatasi kekurangan energi dan protein kronis.
Ø  Mengatasi kekurangan zat besi dan asam folat dengan mengkonsumsi tablet TT
Ø  Mengatasi kekuranagan iodium
Ø  Menagulangi kecacingan pada ibu hamil
Ø  Melindungi ibu hamil dari malaria
2.      Intervensi dengan sasaran ibu menyusui dan anak usia 0-6 bulan :
Ø  Mendorong inisiasi menyusu dini(pemberian ASI jolong/colostrum)
Ø  Mendorong pemeberian ASI ekslusif
Ø  Mendorong ibu mencuci tangan dengan bener
3.      Intervensi dengan sasaran ibu menyusui dan anak usia 7-32 bulan:
Ø  Mendorong pemeberian ASI hingga usia 23 bulan didampingi oleh pemberian MPASI
Ø  Menyediakan obat cacing
Ø  Menyediakan siplemtasi zink
Ø  Melakuan fortifikasi zat besi kedalam makanan
Ø  Memberikan perlindungan terhadap malaria
Ø  Memberikan imunisasi lengkap
Ø  Melakukan pencegahan dan pengobatan terhadap diare.

b.      intervensi gizi sensitive
intervensi Gizi Sensitive melalui upaya tidak langsung seperti penyediaan air bersih dan penanggulangan kemiskinan, berikut upaya-upaya yang dilakukan dalam Germas oleh Kemenkes terkait intervensi gizi sensitive:
Ø  Menyediakan dan memastikan akses air bersih
Ø  Menyediakan dan memastikan akses sanitasi
Ø  Melakukan fortifikasi bahan pangan
Ø  Menyediakan askes kepada layanan kesehatan dan kelaurga berencana (KB)
Ø  Menyediakan jaminan kesehatan nasional (JKN)
Ø  Menyediakn jaminan persaliann universal (Jampersal)
Ø  Memberikan pendidikan pengasuhan kepada orang tua
Ø  Memberikan pendidikan anak usia dini universal.
Ø  Memberikan edukasi kesehatan seksual dan reproduksi serta gizi remaja.
Ø  menyediakan bantuan dan jaminan sosial bagi keluarga miskin
Ø  meningkatkan ketahnan pangan dan gizi




Tidak ada komentar:

Posting Komentar