Senin, 20 April 2015

Aku Rahayu


Sinopsis :Adalah Rahayu sosok kartini masa kini dari kota kecil pagar alam yang menjadi penjaga warnet dan pramusaji selama menempuh pendidikan di Teknik Elektro Unsri 2010. Dia berkerja bukan untuk gaya-gayan atau kekinian biar masuk Koran dan semacamnya. Tapi hidup nya sekeras status yang kalian olok-olokan bahwa tidak kerja tidak makan. Empat tahun Membiayai kuliah sendiri Lulus dengan predikat cumlaude dan kini melanjutkan pendidikan di ITB Bandung peraih beasiswa S2 Afirmasi  dari kementrian Keuangan mengalahkan pesaing dari penjuru indonesia. Luangkan sedikit waktu untuk membaca cerita ini, semoga menginspirasi dan menyadari hidup kalian tidak cukup keras untuk dikeluhkan dan semestinya disyukuri.

-Sumkes Senin,13 April 2015-



                              *Aku rahayu*


Prolog

Aku rahayu judul cerita sekaligus subject dalam kisah ini,  Rahayu adalah nama yang sebenarnya , yap nama tidak disamarkan karena ini bukan cookis , sinetron atau semacamnya. Kehidupan sosok rahayu mungkin akan terdengar seperti itu bila kalian melanjutakan membaca  sepenggal kisah  ini. Tapi ini sungguh skenario Tuhan yang sempurna yang berusaha kuceritakan ulang dengan segala kekurangan sebagai orang pertama langsung.
Kisah ini bukan kisah religi dan semacamnya, hanya saja pelajaran hidup yang Rahayu alami menyiratkan Rencana Allah tidak pernah cacat , kadang pemahaman kita saja yang terbatas dan pada akhirnya bila kita percaya suatu saat akan terseyum mengerti dan berucap syukur atas semua yang terjadi, sedikit harapanku akan tulisan ini mampu menginspirasi pembaca untuk  jangan pernah berputus asa dalam memperjuangkan asa seberat apapun kehidupan dihadapkan.
Terimakasih rahayu telah berbagi cerita dan mengizinkan saya untuk membagi  lagi sepotong cerita kehidupanmu kepada kami dan lainnya. Kehadiranmu mengajari kami banyak hal terutama keikhlasan.
Karena ini kisah nyata Jadi bila ada kesamaan nama  dan tempat itu bukan kebetulan tapi itulah yang sebenarnya terjadi dan bukan rekayasa  hhe.
Selamat membaca .

                                                                                Bandung April 2015

                                                                             Salam penulis
                                                                                 d.a






              *Bye bye Putih Abu-Abu*


Baiklah kita mulai kisahnya, aku lahir tumbuh dan besar di sebuah kota kecil yang sejuk nan damai dibawah kaki  gunung Dempo yang terletak di Pagar alam Sumatra selatan. Aku anak sulung dari 3 bersaudara.  aku berasal dari keluarga ekonomi kelas menengah kebawah. Mamak ku ibu rumah tangga biasa sedangkan bapak hanya seorang buruh ,meskipun begitu saya adalah anak yang ceria dan memiliki banyak sahabat saat SMA.
Alumni SMA Negri satu Pagar Alam 2008

Permasalahan dimulai ketika pertengahan tahun 2008 kami menanggalkan baju putih abu-abu, disaat orang lain beranggapan itu awal perjalanan mereka tapi aku menyadari betul ini lah akhir ku.
Aku bukanlah seorang pesismistis disaat mereka berhamburan merahih mimpi, mungkin aku yang paling bersemangat jika membicarakan tentang itu , tapi apa daya aku dilahirkan dari keluarga pas-pasan yang mendengar kata Universitas hanya sebatas mimpi.
Aku bukan tidak berusaha membicarakan ini kepada orang tuaku, dari merengek sampai marah sudah kulakukan untuk meminta orangtuaku melajutkan pendidikanku kepeguruan tinggi tapi bisa ditebak orang tua ku berbicara apa, “ untuk makan pun kita harus susah bapakmu cuma buruh , pikirkan adik-adikmu , bererja saja disini bantu ibu dan bapak “ persis seperti kutipan sinetron tapi sayangnya itu kenyataan hidupku.
Ok tangis dan ratapanku tidak bisa mengubah keputusan mereka, kusimpan rapat-rapat mimpi ini dalam diam dan tangis saja.
Selamat ya sahabat-sahabat ku yang sudah  diterima di UI, UNSRI, IPB, diah semoga jadi bidan yang hebat ,denty semoga jadi Radiographer yg cakap. Aku senang tapi juga mengiris hati sekali, harus kusadari walapun kita satu sahabat tapi jalan kita berbeda.
Untuk sementara aku masih tetap disini , tetap memberi salam ...selamat pagi kepada Gunung Dempo selamat siang dan selamat malam Gunung Dempo.aku ulangi ya aku masih harus tetap disini. . .:(


                            **Pagi Gunung Dempo, Hei Sriwijaya**


Gunung Dempo Sumsel


Selamat pagi Gunung Dempo, Tahun 2008 telah berlalu,  aku  menuliskan banyak harapan akan kedatangan 2009  tapi di kenyataan, aku Rahayu masih menjalani hidup disini. Belum ada perubahan lokasi  atau apapun, mimpiku masih tertata rapih di dalam hati, tiap hariku menghabiskan hari dengan membantu ibu mencari sedikit rupiah dengan menjaga toko qong di kotaku. Itu pekerjaan yang cukup elit dari pada harus kesawah berjualan dan semacamnya.walau sebenarnya aku merasa otakku bisa melakukan hal lebih lainya tapi Baik ku syukuri saja untuk saat ini . :)

 Februari 2009, orang bilang Februari bulan yang spesial bulan kasih sayang tapi bagiku saat itu Februari membawa hadiah besar untukku. Apa itu?? Aku ditawari menjaga warnet ayuk (ayuk:panggilan untuk kakak perempuan di sumsel) Rani salah satu ayunda sahabatku diah di daerah Indralaya Palembang, berita ini seperti angin segar . . . Tolong jangan mentertawakanku. Mungkin bagi kalian apa artinya tawaran ini, tapi bagi aku ini adalah celah kecil untukku untuk mendekati kampus impian, minimal aku bisa melangkah dari tempurung ini. Aku bahagia luar biasa ibuku juga mengijinkan aku pergi , bagi nya ini toh untuk mencari uang bukan kuliah yang cuma akan menghabisakan uang. Tak masalah menjadi penjaga warnet. keluar dari pagar alam ini kan mendekatkanku dengan kampus yang ku idam-idamkan. Tampa kupikir panjang lagi tawaran ini ku iya kan sebelum ibuku berubah pikiran hhe.. aku bahagia!!! biasakah kalian merasakan kebahagian ku?

Maka dimulailah hari-hari aku sebagai penjaga warnet , disana aku berjumpa kembali dengan beberapa sahabatku waktu SMA dan dengan mudahnya aku berteman baik dengan beberapa mahasiswa yang sering kewarnet yang ku jaga . Aku juga dengan senang hati bila diminta membantu mengerjakan tugas merka. Dan soal gaji cukup untuk biaya hidup ku sehari-hari, beberapa kusisihkan mengirimi keluargaku bila lebih kan kusimpan untuk mendaptar kuliah (ssst ini masih rahasia)

Mimpi menjadi mahasiwa masih kujaga dengan baik. Luar biasa nya keinginan yg ada dibenak ku, ku akan melakukan apa saja untuk menjadi seperti mereka, di perantauan aq seolah mendapat semangat kembali , siang hari ku habiskan waktu kerja dengan ceria malam hari kugunakan untuk membaca dan dan mengulang kembali pelajaran SMA, terang aku tak kan bisa bimbel mempersiapkan SNMPTN seperti yang lainya tapi aku sangat berterimakasih kepada  Thomas sahabatku atas pinjaman buku-buku bimbelnya, sungguh itu lah modal untuk ku melangkah.
sekali lagi Kuhaturkan terimakasih kepada sahabat ku Thomas dan Yku Fatimah atas bantuan kalian meminjamkan buku-buku untuk rahayu dan yuk citra yang berbaik hati memberi rahayu alat tulis perang saat rahayu ujian, bagi kalian mungkin hanya hal kecil namun bagi rahayu kebaikan kalian akan terus terukir di hati. Terimo kasih yuk citra & yuk Fatimah (FKIP ekonomi UNSRI 2006 )

Hari terus berganti ikhtiar terus kulakukan doa terus mengiringi dan bila  lelah menghampiri jenuh akan rutinitas  aku kan berjalan kedepan kampus UNSRI memandanginya saja  seolah mentransfer ku energi lagi untuk membulatkan tekat aku harus keterima SNMPTN, aku harus kuliah tahun ini, aku ingin seperti mereka, aku kan menjadi mahasiswa, aku harus merubah nasibku , kuteriakkan heiii Siwijaya tunggu aku ...tunggu Rahayu disitu! 
Kampus UNSRI



                                               ***Decision***


Juni 2010, deg deg ini hari yang telah ku usahakan selama setahun ini.yes hari ini hari tes SNMPTN seindonesia. Aku telah melakukan registrasi tanpa sepengetahuan orang tua ku. Tapi saat ini ingin sekali rasanya aku menelpon mereka dan meminta doa restu dan kemudahan, tapi rasanya juga percuma jadi kucoba meyakinkan diri “Rahayu pasti bisa sudah hampir setiap malam aku mempersiapkan ini” Bismillah aku berusaha menguasai diri ku, kerjakan satu demi satu soal yang diberikan pengawas.

Hmm saya sudah berusaha, selebihnya saya pasrah, kalimat itu ku gumam kan supaya saat mimpi ini belum diberi jalan hati ini tidak akan sedih berkesudahan.
Masih di penghujung juni, aku berkerja seperti biasa bangun pagi dan bergegas berkerja menjaga warnet . hari itu langit cerah tapi aku tidak menyangka harus mendengar perkataan yu rani bahwa warnet ini harus ditutup dalam waktu dekat dan dipindah kan ke Pagar alam. Yuk rani akan menikah dan berkeluarga disana.aku hanya biasa terdiam, lagi pula mahasiswa sekarang lebih banyak mempunyai laptop dan modem sendiri hingga warnet tidak seantusias dahulu, jadi memindahan ke Pagar alam sudah keputusan tepat bagi mereka tapi bagiku ini pukulan berat, memikirkanya membuat ku gelisah lalu bagaimana bila doa ku selama ini menjadi mahasiwa dikabulkan? aku akan berlindung kemana? makan apa? tinggal dimana?. Semakin kupikirkan rasanya semua semakin memusingkan yasudah kucoba meredam diri .sudalah aku punya hak apa untuk mencegah keputusan mereka , lagi pula menjadi mahsiswa juga masih teka-teki bagi ku.. Aku menyadari mereka cukup lama menyimpan ini sampai aku selesai melakukan tes dan berhati-hati sekali menyampaikan padaku, terimakasih yuk Rani.

Juli 2010, ini hari penentuan ku, bukan hanya sebagai hari terakhir si penjaga warnet, yuk rani akan segera melangsukan penikahanya hingga warnet yg selama ini menjadi sumber rezekiku akan ditutup hari ini, tapi juga esok nya merupakan pengumunan kelulusan SNMPTN di Koran-koran. Untuk kali ini aku betul merasa bersyukur sebagai penjaga warnet  bisa melihat pengumunan kelulusan lebih dini. Tepat nya pukul 8 malam web SNMPTN nya bisa terbuka.. dan aku menemukan nama RAHAYU disitu.

Subhanallah Alhamdulilah aku terpekikkk bahagia  .. Aku lulus di Jurusan Teknik Elektro UNSRI terimakasih ya Allah terimakasih. Aku mengirim  pesan singkat kepada sahabat-sahabatku Diah , Denty bahwa aku lulus UNSRI.
Dan dengan cepat aku pencet tombol telpon mamak rahayu, dengan tidak sabar ku menanti nada tunggu namun saat ada sapaan diseberang sana seketika aku jadi meragu .”ado apo nak ? apo kabar sehat rahayu? “ suara lembut yang kurindukan , tapi aku tidak mampu lagi menyembunyikan kebahagian ku “mak rahayu lulus SNPTN mak, rahayu lulus”.
“…………….” Hening tak ada ucapan syukur apa lagi ekspresi bahagia...  bangga seperti yang ku harapkan sama sekali tidak ada. ..
“nak bukan kami idak senang kau lulus, tapi kau tau dewek kito dak ado apo, bapak kau la sakit-sakitan pulo adek masih kecek . kito punya cuma rumah ini lah masa nak dijual, kito nak tinggal dmno, tega apo? sudahlah bale lah ke PGA mamak nga setuju rahayu kuliah”

Air mata aku jatuh ku tutup telpon. . AKU KECEWA .mendengar itu aku  tidak sanggup memelas atau marah lagi..bisa kah sedikit saja bangga atau berpura-pura senang untuk ku , dukung aku seperti orang tua yang lain lakukan untuk anaknya. aku tidak mengharapkan dukungan materil, tapi setidaknya dukunglah aku secara moril. aku mengutuk tuhan rasanya ini benar-benar tidak adil untuk ku, TIDAK KAH KAU TAU KERASNYA USAHA Ku TUHAN?
Apa yang harus kulakukan sekarang ya Tuhan, aku harus melilih kembali ke Pagaralam menjaga warnet disana, kalo pun harus kuliah lalu harus pakai apa ku membiaya hidupku, kuliahku.
Telpon kembali berdering, diah sahabat ku menlepon dengan lunglai ku angkat “ selamat ya yu akhirnya usaha kau selamo ini dak sia-sia” dan seketika tangis ku pecah lebih keras “oii diah ngapo naseb ku cak ini nian ni, cak mano cari duet sebanyak itu 12 juta diahh. .dimano?  ngapo cak ini nian ne oii ngapoo. . “ bla bla dia menasihatiku entahh aku tak mendengar nya lagi aku larut dalam tangis ku.

Sayup-sayup kudengar ponsel ku berbunyi, berlahan kubuka mata  dengan berat , rupanya aku ketiduran terlalu lelah menangis semalam, aku rahih ponsel ada pesan dari sahabat ku diah membuat ku sedikit bernyawa. Rupanya sahabat-sahabatku berinisiatif sumbangan untuk membantuku membayar uang kuliah.  Tapi ku kembali berpikir dengan tabunganku 1 juta yg kusisih kan selama setahu  menjaga warnet digabungkan dengan bantuan merekapun masih jauh untuk mengenapi angka 12 juta.

Aku tidak ingin menyerah ya Tuhan beri aku jalan, Support mereka benar-benar memberiku kekuatan. Terima kasih semua sahabat-sahabatku diah, denty, dll

Kubasuh muka ku yang sembab ku langkahkan kaki ke luar kosan , aku harus membantu ayuk rani pindahan hari ini dan aku kan menyampaikan keputusan ku bahwa aku akan tetap disini dan memperjuangkan cita-cita ku. Itulah keputusanku dan aku akan bertanggung jawab penuh atas keputusan ku ini. this is my decision.



                                                       *****Ruet****

Ini judul yang pas untuk fase kehidupan ku yang ini , Keputusan sudah kuambil,  .Aku harus bangkit dan berusaha, kuingin sekali lagi percaya bahwa tidak ada usaha yang sia-sia atau pepatah lama dimana ada kemauan disitu ada jalan. Oia satu hal juga yang dapat ku ambil pelajaran dari pepatah lama bahwa apa yang kau tanam itu yang kan kau tuai, mengapa ? karena orang yang dulu sering kubantu mengerjakan tugas berinisiatif membantu ku menemui dekan untuk meminta keringanan untuk ku atas waktu pembayaran ,terimaksih lagi yuk Fatimah, yuk citra (FKIP Eko 2006) dan kak  jani (Teknik Pertambangan 2005). Alhamdulilah puji syukur satu masalah terselesaikan.

Kini yang harus kupikirkan bagaimana aku harus mencari pekerjaan untuk membayar uang kuliah, kosan dan kebutuhan ku sehari-hari. Kalau mengharapkan bantuan mamak dan bapak ku itu seperti berharap hujan di gurun pasir . Tapi dimata mereka aku hanya anak egois yang tidak mau mengerti keadaan, tapi dimata ku mereka orang yang mengecewakan, Kukubur rasa pedih dalam dalam . Kini ku tidak punya tempat kembali, aku hanya punya mimpi , aku hanya punya satu tujuan aku ingin membuktikan pemikiran meraka salah terhadap anaknya ini , mereka harus bangga pada ku suatu hari nanti.

Yuk rani dan warnet nya sudah menutup kisah nya, sayang nya Indralaya bukan kota besar yang bisa memberikan banyak opsi pekerjaan,  aku rela berkerja apa saja asalkan halal untuk mendapatkan uang , ahh andai ada indomart dan semacam nya aku cukup bersyukur.
Akhirnya payung pun bersambut yang kucari kutemukan yap pekerjaan Atas informasi teman yu rani yaitu Kak Akbar aku mendapatkan pekerjaan di salah satu rumah makan yang cukup besar di Indralaya. RM Berkat Pindang Pegangang Tanjung Sejaro (Jalan Palembang-Prabumulih km 28 Indralaya). Disana aku mengais rezeki tempat suka duka ku selama 4 tahun menuntut ilmu di Teknik Elektro UNSRI.

Aku tidak pernah bercerita tentang kehidupan pribadiku kepada teman-teman ku. mereka tidak tahu, minimal tidak dari mulut sebagai keluhan ku. Bukan aku malu bekerja seperti itu hanya aku tidak mau menunjukan kesusahanku. Aku berusaha mengikuti perkuliahan dengan baik . diawal aku cukup kesulitan membagi waktu , bagaimana tidak aku harus kuliah pagi sampai sore dan berkerja dari jam 4-10 malam setiap hari dan tanpa hari libur. Malam selesai berkerja kugunakan untuk mengerjakan tugas  dan subuh aku gunakan untuk mempelajari pelajaran yang akan dipelajari hari itu, hanya dengan cara itu aku bisa sejajar dengan mereka pelajar tulen tapi Alhamdulilah IP ku selalu memuaskan. Tidak berlebihan bila aku berbicara tidak kerja tidak makan , hidup memang sekeras itu yang aku rasakan. Seringkali aku datang dengan wajah kelelahhan saat kuliah bahkan terkantuk saat belajar. Disisi lain aq juga mengikuti berbagai macam kegiatan kemahasiswaan. Selelahnya aku , aku ingin merasakan apapun kegiatan mahasiswa . aku cukup lama mengimpikan saat-saat ini, Jadi aku tidak akan melewatkannya.

Kuliah sambil berkerja sebagai Pramusaji tidak segampang yg diceritakan, sering aku menerima cacian dari pelanggan , belum lagi kalo tamu merasa service yang kurang. Aku cukup bersyukur pemilik toko orang yang baik , bila dia tidak sengaja membentak kami semua pegawainya dan kemudian aku izin kebelakang, disitu aq menangis sejenak, kemudian mengelap air mata kemudian kembali kedepan dan berusaha kembali berkerja dengan ceria. Pernah sekali bosku ibu Yusnani mendapatiku dengan mata memerah setelah melampiaskan kekesalanya kepada kami, dengan lembut beliau berucap "Maaf ya Rahayu, Ibu bukan marah sama Rahayu kok, dari kejadian itu mereka cukup mengerti bahwa aku seorang yang lemah yang tegar karena keadaan. Walaupun aku dinilai seorang gadis yang kuat dan ceria itu karena tangiskuu hanya kutumpahkan di atas sajadah .

Seperti kisah satu juta dolar Merry Riana kisahku juga mempunyai bumbu cinta seperti itu. Dia sesorang yang dihadirkan Tuhan dalam hidup ku, membantuku melewati perjungan keras yang kualami, membantu meringankan hidupku. Tidak sepertiku, dia dari keluarga yang berkecukupan, sampai saat ini aku juga tidak mengerti mengapa dia mau berkorban banyak untuk ku.
Tidak berlebihan jika ku menceritakannya demikian. dia selalu mengantar dan menjemput ku berkerja. Aku tidak semanja kalimat itu, Aku juga bukan tidak mau naik angkutan umum dan sebagainya tapi sayang jam pulang kerja yang cukup malam tidak ada lagi kendaraan yang berlalu lelang dari rumah makan ke kosan ku. Dia juga sering meminjamiku uang karena akutidak suka merasa dikasihani sedangkan uang gajiku kadang cukup untuk kos dan biaya sehari-hari ku saja, bahkan sering senin kamis untuk meghemat, lalu apa kabar orang tua ku saat itu? Entahlah aku setahun belum pernah pulang. Aq terlalu takut untuk tidak diterima, jadi pikirkan apa mungkin terbesit dikepalaku mengeluh atau meminta bantuan pada mereka.

Aku biasa menunda jam makan di warung dan membungkus makanan untuk kami makan berdua selesai dia menjemputku, apa yang lebih indah dari itu? .kurasa dia adalah salah satu malaikat yang dikirim Tuhan untukku saat itu.
Dikala dia tidak bisa menjemputku, dia luar biasa khawatir, berkali-kali dia mengingatkan , dan memastikan aku mempunyai tumpangan sampai ke kota. Disaat dia berhalangan menjemputku aku memang mencari tumpangan dan memberhentikan mobil yang lewat menuju ke kota Palembang, tapi ada kalanya aku tidak menemukan tumpangan dan akhirnya aku harus berjalan sejauh 4 km untuk mencapai kosanku yang berada di kilometer 32.
Sampai di kos,  kukirim pesan singkat kepada dia yang menghawatirkanku "Aku sudah sampe kos sayang tadi dapat tumpangan maaf tadi hp lobet, salam buat ibu kamu :) "




                                                      *****Titik balik*****

Bukan berarti juga aku tidak pernah patah arang, saat berjalan beberapa kilo meter di kegelapan malam usai lelah berkerja sampai di pembaringan aku tersedu,rasanya melelahkan sekali kehidupan ini. Bukan perjalanan tadi yang membuatku begitu lelah tapi entah rasanya aku sudah tidak sangup lagi memperjuangkan ini semua.
Aku sudah cukup tabah  ya Allah berilah sedikit pertolongan-Mu. Aku ingin seperti mereka yang bisa kuliah dengan baik mempunyai waktu bermain, punya waktu istirahat yang cukup , mengapa aku yang harus merasakan ini?

Dan hari demi hari harus kulalui, yang paling menjadi momok bagiku adalah saat-saat pembayaran SPP, bagaimana tidak, uang pangkal pun belum sepenuhnya lunas, gaji pekerjaan ku kadang tak cukup memenuhi kebutuhan ku. Uang yang kusimpan untuk SPP kadang terpakai untuk kebutuhan tak terduga. Dan waktu mengerikan itu sudah didepan mata lagi.. alamak harus bagaimana lagi kali ini aku belum menemukan jawaban . .  itu lamunan ku sembari membawa nampan menghatarkan pesanan makanan ke meja pelanggan.
Sampai di meja Aku tersenyum lebar , ini bukan acting pura-pura bahagia di depan pelangan walau otak kusut tapi rupanya dimeja tersebut Prof. Dr Anis Saggaf pembantu rektor  Universitas Sriwijaya , Aku tahu beliau seorsng Rektor dari membaca Koran, oia aku cukup rajin juga mengupdate berita apapun.
Entah keberanian dari mana lalu aku memperkenalkan diri, "Pak aku Rahayu mahasiswa teknik elektro 2010 . Beliau mengeryitkan kening. Sesorang disebelahnya bertanya dari mana tahu beliau Dekan, sepreti yang kuceritakan diatas aku tahu beliau dari Koran.lalu terjadi sedikit wawancara tentang IPK dan latar belakang keluarga ku. Sepertinya mereka salut atas pencapaian IPK ku sekaligus simpati atas keadaan ku.
Dan saat beliau hendak meninggalkan restoran beliau memangilku bahwa dia akan merekomdasikan Rahayu beasiswa Bidik misi...Miracle. .kuyakinkan lagi "Pak ini bener kan.?" Beliau hanya senyum dan berpesan rajin-rajin belajar ya Rahayu.

Keesokan harinya aku langsung menemui beliau di kantornya, Alhamdulilah Tuhan memberiku jalan, maaf mengeluh semalam . kini langkah ku kian ringan. Aku berkerja kini  hanya untuk biaya kos ku dan kehidupan sehari-harii. Aku makin bersemangat belajar. Semakin yakin Tuhan sangat menyayangiku.
Berbicara tentang menyayangi , aku juga teringat tentang bapak dan mamak rahayu. Sampai saat ini aku masih belum mempunyai keberanian untuk balik ke Pagar alam. Tapi rasa rindu yang bergelora mendorongku untuk pulang. Rasa kecewaku dulu atas ketidak mampuan orang tuaku kini sudah sembuh . dihari fitri itu akhirnya aku pulang kembali dalam pelukan hangat keluargaku lagi. Maaf ya mamak bapak kini rahayu mengerti bahwa kalian menyayangiku bahwa kemarahan kalian hanya ekspresi kesedihan yang teramat dalam , sedih akan keterbatasan dan kemampuan kalian hingga mematahkan cita-cita buah hati, maaf kan sikap anakmu yang dulu kecewa dan tidak mengerti keadaan keluarga.
Aku berjanji tidak akan mengecewakan kalian lagi justru sebaliknya aku akan mengukir senyum diwajah kalian, jadi kumohon doakan aku disetiap sujud kalian. Dukung aku berjuang sampai akhir jangan biarkan aku salah paham lagi seperti dulu. Tetaplah seperti ini dan selamanya.




                                       ******More miracle*****

November 2014, Sekeripsi, sidang semua sudah beres, lega sekali rasanya isi dada tinggal menghitung hari aku akan diwisuda.kuingat semua orang yang telah berjasa diperjalanan ku selama ini.kurenungkan segala Sesuatu yang telah terrjadi. Aku sungguh berterima kasih mampu melewati ini. Kalaupu harus mengalami ini lagi aku tidak yakin mampu. Semua yang terjadi membuatku percaya keajaiban itu ada.
Prof Dr Ir H Anis Sagaff MSCE
Pembantu Rektor I Unsri Dr. Ir. H. Anis Saggaff, MSC - See more at: http://lpmgs.unsri.ac.id/tag/pr-i/#sthash.nVLxPNb8.dpuf

Hari ini aku akan menemui Prof Anis ditemani andi menghadap beliau. Aku ingin berterimakasih pada beliau. Wajah nya selau meneduhkan ‘ada apa rahayu?, Bagaimana kuliah nya ..lancar?”, alahmdulilah pak rahayu Cuma mau bilang terima kasih atas kebaikan bapak selama ini. Rahayu sudah sidang kemarin dan tinggal menunggu wisuda bulan depan. “Alhamdulilah bapak bangga sama kamu Rahayu, oia bapak ingin  merekomendasikan beasiswa S2 dari kementrian keuangan untuk Rahayu, kamu urus ya., sekali lagi keajaiban untuk ku melalui Pak anis .Terimaksih Pak anis Baraklah hufiamrik. This Is More Miracle.

****Togak Mann***

  


Desember 2014. Singkat cerita Inilah yang paling ditungu-tunggu mahasiswa, wisuda. waktunya memakai toga . . ini hari bahagia ku , bahagia orang tuaku juga tentunya dan teman-teman senagkatanku setelah proses panjang selama kurang lebih empat tahun yang sedikit banyak melelahkan.

Aku sudah berdandan cantik , orang tua ku sudah dari kemarin tiba di Indralaya. Dan Alhamdulilah nama Rahayu termasuk dalam list orang yang duluan dipangil , itu artinya aku cumlaude dengan IPk 3,54 .Maha besar Allah kupandangi orang tua ku dengan bahagia dari atas mimbar aku tersenyum bahagia. Perjuangan ini tidak sia-sia. Turun dari mimbar aku langsung membuka ijazah yang di serahkan dan sontak aku menangis dan kecewa dalam hati. maaf ini bukan tangis harus hanya agak sedikit kesel juga apa lagi si ini. bukan ijazah yang kudapat tapi selembar tulisan “selamat anda telah diwisuda untuk pengambilan ijazah silahkan hubungi bagian keuangan”.ZONKK…cumlude.

Sepertinya diriku sudah terlalu bersahabat dengan masalah jadi ya kesokan harinya aku berinisiatif menghadap Prof anis. Seperti biasa beliau menyambutku hangat apa kabar rahayu , beliau sudah menangap aku naknya sendiri . Latar belakang nya yang dulu harus berjuang keras kuliah sama sepertiku , “selamat ya rahayu atas wisudanya dan clumclaude. Dan saat kujelaskan bahwa aku sudah wisuda tapi tidak mendapatkan ijazah sontak rona muka beliau menjadi merah dan menelpon langsung salah satu anak buah nya. Ini bagaimana pekerjaan kalan ini tidak beres, anak bidik misi kok masih saja ada kejadian seperti ini!!! , Salah satu staff berusaha menjelaskan bahwa Rahyu belum melunasi uang awal. Perlu kujelaskan aku mendapatkan beasiswa  bidik misi yang artinya semua uang kuliah dari awal masuk sampai akhir itu bebas.
Tapi aku mendapatkan bidik misi bukan dari tahun pertama jadi mungkin ada sedikit kesalahpahman dibagian keuangan. Mereka beranggapan ya namanya duit awal ya harus di lunasi sedangkan menurut peraturan bidik misi harus dibebaskan semua tegas prof anis.
Masalah terpecahkan walau aku sempat dinasehati staf lainya, jangan lah langsung ke pak anis, harusnyo ke kito dulu yo yu kalo gek ado apo-apo lagi. Hhmmm baiklah semoga tidak ado apo-apo lagi.end ceritonyo.


                              *******ONE STEP CLOSER*******

Hei 2015 aku kini berada di ibukota Jakarta. Denty sahabatku berbaik hati menampungku disini, aku menunggu waktu untuk proses wawancara beasiwa S2 karena seleksi berkas ku lulus walau registrasi di injury time. Disela-sela itu kusempatkan mencari pekerjaan tapi ya sejenis penipuan ternyata. Ku putuskan untuk fokus pada persiapan Ujian.
Tes pertama aku wawancara di tempat yang namanya Bintaro, di map aku temukan di daerah Jakarta selatan, maklum ini pertama kalinya aku ke ibukota dan belum paham daerah Jakarta tapi aku punya keberanian untuk itu.

Tes interview berlangsung cukup baik menurutku, ternyata yang mengujiku adalah salah satu sahabat baik Prof Anis, aku hanya ditanya motivasi dan kisahku sampai mendapat rekomendasi beasiswa S2. Dan Alhamdulilah saat pengummnan aku lulus mengalahkaan pesaing lainya.tinggal  tes TOFEL menanti. Aku tidak begitu khawatir bagiku banyak yang sudahku lalui jadi tes ini pun akan kulalui dengan baik dan keyakinan itu menjadi kenyataan hari ini.





 EPILOG


Demikian kisah Aku Rahayu, ini bukan akhir tapi ini baru sepenggal mozaik kehidupan.
Entah bagaimana kelanjutan dari kisah ini, masih rahasia Tuhan, karena itu masa depan.

Bagaimana akhir sesunguhnya, kepada siapa ku berpadu aku tak bisa menerka. Satu yang kupercaya kejaiban itu ada bagi orang yang percaya.

Maka ku kan terus Berpetulang sejauh mata memandang, mengayuh sejauh lautan terbentang, berguru sejauh alam berkembang

Ada banyak pilihan jalan hidup didunia ini, tinggal kita memilih dengan bijak ,berusaha merahihnya dan menjalani dengan tulus itu rumus hidup sang Rahayu.

Salam surviver, Keep Dreamer and Be Different.
"Jangan Mati gaya terus berkarya"
Happy kartini Day
Ini persembahan kartini dari bumi Sriwijaya
Thanks for reading ditunggu komentar dan masukannya guys
- write by d.a editing by udha-


Never ending friendship

Pengen Kawin *sindrom umur 25 tahun

Bian bangun!!!!!... suara teriakan mama terdengar sangat keras, dengan mata yang masih ngantuk aku beranjak dari tempat tidur dan langsung menghampiri mama yang sedang sarapan di meja makan “ ada apa si ma ? ( duduk dan langsung mengambil sepotong roti )
 “ hush, cuci muka dan gosok gigi dulu.( celoteh mama) Tapi aku tidak menghiraukan dan kemudian memakannya.
Bian  gak  ingat ? , aku menggelengkan kepala.
Kita kan harus kerumah sakit. Ucap mama. Siapa yang sakit ma ? aku balik bertanya.
Itu loh si tania, abis lahiran anak keduanya .oh, jawab ku.

Tania adalah sahabatku, Tania anak dari  tante Nuna, yang juga sabahat mama.
Kami berteman sejak masih kecil, TK sampai SMA kami di lingkungan sekolah yang sama, hanya saja sewaktu di sma dia duduk dikelas IPA dan aku IPS. Tapi itu tidak mempengaruhi persahabatan kami, berangkat  bareng, jam istirahat bareng , dan pulang selalu kami habiskan berdua.
Mama selalu membanding, bandingkan aku dengan tania, terlebih saat dia sudah memutuskan untuk menikah di usianya yang baru berumur  19 tahun.
Cepat  mandi, perintah mama.kita harus ke toko dulu untuk membelikan hadiah untuk tania.
** Diperjalanan kerumah sakit mama gak ada habis-habisnya membahas kapan aku nikah. Sepertinya ini sudah pernah dibahas saat mengunjungi rumah tania waktu dia lahiran anak pertamanya.memang si kami tinggal di kota kecil, memiliki lingkungan yang masih menjalankan kepercayaan nenek moyang, bukan soal agama tapi tentang mitos-mitos leluhur,ya begitulah orangtua pada umumnya dikota kami. Dan itu yang terjadi pada tania, karna dia tidak melanjutkan untuk kuliah , orangtuanya memutuskan untuk segera menikahkan anaknya supaya gak jadi perawan tua. Dan masih banyak lagi.
Hai tania, selamat ya atas kelahiran anak keduanya, sambil memeluk sahabat tercinta.
Yabian makasih.kamu kapan balik ? tanya tania.
Baru tiga hari si tan. Jawabku
Netap atau hanya liburan ? tania kembali bertanya.
Sepertinya netap, soalnya aku abis resign gitu dari kerjaan.
Wah asik donk kalo kamu dah balik. Gimana bawa calon gak pulang ?
Ntar aja ceritanya, aku pengen cerita banyak sama kamu. Tegasku
Eh ada Bian. tante nuna menyapa
Hallo tante, gimana kabarnya sehat, makin cantik aja tante. Aku balik menyapa.
Ah bian bisa saja, alhamdulillah baik nak bian.
Kemudian datang seorang laki-laki berparas manis dan tinggi sambil menggendong anak yang berusia 3 tahun, benar , dia adalah suami dan anak pertama tania, dia tersenyum dan sangat ramah, betapa beruntungnya tania memiliki suami yang begitu perhatian dan menyayanginya.
***sudah hampir 1 tahun aku pulang kerumah dan menetap, karna mama menyuruhku untuk kembali dan berhenti bekerja di ibukota.mama ku terlihat sangat kesepian semenjak ditinggal papa pergi  untuk selamanya, jadi aku memutuskan untuk kembali dan bekerja di mana aku dilahirkan.tapi mencari pekerjaan di kota kecil seperti kampung halamanku bukan sesuatu yang mudah.dan karna itulah aku akhirnya hanya bisa membantu usaha yang di tekuni mama. Mama ku seorang penjahit baju pengantin dan bahkan sudah membuka lapangan kerja untuk saudara-saudara ku bekerja dengan mama.
*** undangan siapa ma ? terlihat mama sedang memegang undangan pernikahan berwarna ungu yang di padukan dengan warna kuning keemasan. Kemudian mama memberikanya kepadaku, aku melihat foto wanita yang tak asing bagiku, ternyata dia teman SD ku, andara.
  ***Rumah andara terlihat begitu megah, andarapun terlihat begitu cantik, mungkin ini yang impikan oleh semua wanita, dia akan menjadi ratu dihari pernikahannya, dengan balutan gaun warna pink dan menggenggam serangkai bunga pengantin.menghadiri sebuah perta pernikahan adalah anggapan reoni bersama teman lama, rasa iri terhadap mereka yang sudah menikah itupun timbul dari diriku.
Tante bian, terdengar suara anak perempuan memanggil ku.
Hai tyan, sosok tania bersamanya. Tyan anak pertama tania. Nama tyan diambil dari gabungan nama tania dan topan.tania benar-benar kreatif soal nama untuk anaknya.
Tante kok sendirian? Celoteh lucu si tyan.
Ya tante kan nuggu tyan dan mama, jawab ku sambil tersenyum.
Nanti kalau tyan sudah besar tyan mau menikah supaya cantik seperti  tante andara. Dia melanjutkan celoteh lucu yang keluar dari bibir kecilnya.
 kami tertawa mendengar ucapan tyan.impian anak kecil yang ingin  menjadi peri seperti di negri dongeng. Dia begitu menggemaskan sekarang umur dia sudah 4 tahun. Dan begitu juga aku yang sudah bertambah usia menjadi 25 tahun.
Tante bian kapan menikah? /. Dan kemudian hening. Meski tu pertanyaan anak umur 4 tahun tapi sangat sulit bagiku menjelaskannya kapan hari pernikahanku. // tyan sayang, tante bian nanti akan menikah seperti mama dan tante andara, jadi tyan berdoa ya buat tante bian supaya segera menikah. Ucap tania. Dan aku hanya terdiam sambil memandang tania.

***Deringan “ lagu Love Lane by mamamoo” nada dering yang aku pakai di handphonku.
Panggilan nomor baru, 0857687xxxxx.
Hallo ? aku menjawab
Hallo bian, ini Randra . apa kabar ?
Randra ? dan aku terdiam. Randra adalah lelaki yang aku kenal  2 tahun yang lalu, dia teman dikantor lama ku bekerja saat di ibukota.
ya randra. Masih ingat kan ? bian aku sekarang ada di kota mu. Kita bisa bertemu?
***Gayanya masih sama, penampilanya rapi dengan kemeja biru dan kacamata bergaya trendy.
Ada apa kok tiba-tiba datang kesini ? urusan kerjaan ? aku mulai bertanya.
Oh gak hanya liburan. Aku dengan wisata pantainya saat bagus disini.
Sendiri ? // kebetulan aku punya temen yang tinggal disini dan dia mengajak aku untuk berlibur.
Oh ya siapa namanya? Mungkin aku kenal ?
Topan, Topan Pradipta. Dia sudah menikah dan memiliki dua anak.
Apa ? topan ? ternyata dunia begitu sempit.// kenpa kamu kenal? // jelas aku kenal dia adalah suami sahabat ku, tania.
Bian tamunya dibuatkan minum donk. Mama menghampiri.
Oh y. randra  kenalkan ini mama aku. Mama ini randra temen kerja ku dulu di ibukota.
Randra mau minum apa ? aku ambilin minum yang dingin ya ? // terima kasih bian. Tidak perlu repot-repot.
Ganteng juga temanmu ? beneran teman kerja?. Mama mulai menggodaku yang sedang mengambil minum untuk randra. // ih mama apa-apaan si. Dia hanya teman kok dan dia kesini sedang liburan.
Sepertinya dia anak yang baik.sopan dan ramah.// mama jangan mulai deh .
Emangnya sampai kapan kamu mau jomblo dan diem dirumah aja.mama itu suka jadi buah bibir para tetangga, punya anak perawan yang gak punya pacar, umur dah 25 tahun belum juga ada rencaya untuk nikah. Mamakan juga pengen punya mantu dan punya cucu. // mama udah donk kitakan sudah sepakat gak akan bahas masalah ini lagi. Bian kan sudah janji sama mama kalo bian juga akan menikah. Bian cuman minta mama untuk sabar dan terus berdoa supaya bian dapet jodoh yang sudah di pilihkan untuk bian dari allah swt.// tapi kan kamu juga harus ada usaha, masa setiap ada cowok yang deketin kamu gak pernah mau membuka hati buat mereka.// mama bian bukannya gak mau buka hati untuk lelaki yang deketin bian, cuman kan mama juga tau kalau mereka deketin dan  langsung ngajak nikah. Bian kan gak bisa mah. Bian harus tau dulu mereka  seperti apa, keluarganya bagaimana.//butuh waktu lagi ? ya mama berdoa semoga umur mama masih panjang.// mama jangan gitu donk bian kan jadi sedih (sambil memeluk mama).


Umur 25 tahun membawaku kekeadaan dan situasi yang sangat menekan. Dan akan masuk dalam hubungan yang gak banyak orang tau, cinta dewasa yang tidak perlu dipublikasikan dan pamer drama yang berlebihan. Kata pacaran pun sudah tidak berlaku,tapi saling memahami dan menerima satu sama lain. Melihat teman-teman yang sudah bahagia dengan keluarga kecilnya dan tuntutan mama yang begitu antusian untuk memiliki cucu. Aku jadi sadar kalau memang ini waktunya aku untuk menikah. Trauma ku dalam menjalin hubungan itu tidak seberapa dibanding harus dengar permintaan mama untuk aku segera menikah setiap hari.oke aku akan menikah ! dengan lelaki yang mencintaiku, menyayangi dan laki-laki yang akan membimbingku berada dijalan mu ya allah”aamiin”.

*** Bian bangun !!! // ya ma. // cepat mandi temenin mama ambil bahan baju// ya ma, bian mandi dulu.” Kring kring” ada sebuah pesan di ponsel ku.
Selamat pagi bian ? semoga harimu menyenangkan. Terimakasih sudah menemani hari liburanku dikotamu.
Pesan singkat dari randra .// pagi juga randra. Sama-sama terimakasih sudah berkunjung dikotaku.
 ‘ sent to randra ‘.
Mama ada pesenan baju lagi ?// ya dan ini sudah permintaan khusus.// siapa yang pesen ma ?/// temennya anak temen mama ? dia akan menikah 2 bulan lagi. Jadi mama harus mempersiapkannya selesai  bulan ini karna mau dipake buat foto frewed juga./// menurut bian wrna apa yang cocok ? // loh kok tanya bian ma, bukanya biasanya sudah ada pilihan sendiri dari mempelai wanitanya? // nah itu dia, mempelai wanitanya bilang kalau urusan warna dan model di serahin kepilihan dan selera mama yang menjahitnya. Dan dia tau kalo mama punya anak perempuan jadi dia bilang minta pendapat bian aja. Pasti bian punya selera yang bagus.// kok aneh si ma. Ehm aku punya si ma model gaun pengantin yang aku buat sendiri tadinya mau aku pakai untuk gaun pernikahan aku,hehehe gaun impian gitu. tapi kalau mama mau gakpapa buat pesenan mama aja. Nanti aku bisa buat lagi. // owh gtu yaudah kalo gtu bian yang pilihin bahannya ya buat mama.lagian kan bian juga belum mau nikah waktu dekat ini. Sindir mama sambil tertawa ./// ya mama . dan kamipun tertawa bersama.

Sesampainya dirumah setelah dari pasar membeli bahan untuk gaun pengantin. Didepan rumah sudah ada mobil jazz putih yang parkir.
Bian seprtinya kita kedatangan tamu?//ya ma itu mobil tania.
Hai tania,kok gak kabarin dulu kalau mau kerumah.? // maav bi, tadi sekalian lewat abis dari swalayan bneli susu buat tyan. // oh gtu.. hai tyan ? // hai juga tante bian//ayo mari masuk, tyan mau minum apa ? // gak usah repot-repot bi, itu tyan sudah pegang minuman di tangannya.


Bi sebenernya ada yang mau aku tanya sama kamu?// apa itu, sepertinya serius sekali ? aku malah balik bertanya penasaran.// sewktu kamu cerita kalau kamu trauma pacaran karna pacar kamu ketauan selingkuh, tapi itu bukan berarti kamu tidak mau menikahkan? Apa masih bisa kamu untuk jatuih cinta lagi dan menerima seseorang yang suka dan insya allah akan membuatmu bahagia?// pertanyaan tania benar-benar membuat aku bingung, dan aku tidak tau maksud dari pertanyaannya.// bian gak menutup dirikan ? belum aku menjawab pertanyaannya tadi dia sudah melanjutkan pertanyaan kedua./// tania sebenernya ada apa? Aku merasakan ada yang aneh sama pertanyaan kamu? Tapi tania malah melemparkan senyumannya.//tiba-tiba tyan menarik-narik baju lenganku.//tante bian suka gak sama om randra? Spontan aku dan tania tertawa dari ketegangan.//tadi malam sewaktu papa telvon om randra, 0m randra bilang, minta untuk tyan tanya sama tante bian,kalau tante bian suka gak sama om randra.dan skeetika suasana yang serius menjadi santai, dengan celotehanya yang masih terbata-bata.// emangnya om randra suka sama tante bian? Aku balik bertanya menggodai tyan.// nanti tyan tanya om randra dulu ya tante, sambil memainkan mata, yang memiliki bulu mata yang lentik.//bi, randra suka sama kamu.aku serius dia bilang sendiri ke mas topan.aku sebagai sahabat kamu dan tau siapa randra aku dukung kamu sama dia.

  ***Love lane kembali berdering. “ Randra memanggil “
Aduh aku harus angkat gak ya, kenapa malah jadi canggung gini, apa karna aku tau kalo dia suka sam aku. Kemudian dering ponselku mati. Dan tidak berbunyi lagi. Sesekali sebelum tidur aku melihat ponselku tapi randra tidak menelvonku lagi.
Kring kring ”tiba-tiba bunyi pesan dan langsung ku buka” bian sudah tidur y? Selamat malam semoga mimpu indah” aghhhh aku benar- benar di buat bingung. Ingin sekali membalasnya namun kata- kata yang sudah aku ketik ku hapus lagi. Maav randra ( dalam hati).
***Pagi datang aku langsung mengambil ponsel ku.seperti ada yang aku tunggu aku duduk di tempat tidur dan menggengamnya. Kring kring” selamat pagi bian? Jangan lupa sarapan ya. Tania benar, randra sepertinya menyukaiku,dia sosok pria yang menyenangkan saat bersama dengannya di hari liburannya dikotaku banyak hal yang kami lakukan, banyak berbagi cerita , dia menjadi orang laen tidak seperti  dikantor yang terkenal pendiam. Bahkan dulu aku tidak terlalu dekat dengannya.
Love lane “ tania memanggil” hallo tania, tan aku bingung ni harus gimana, smlm randra nelvon dan sms aku, tapi aku gak bales, aku jadi canggung gini sama dia.//bi nafas dulu, semangat banget// huh ( menghela nafas panjang)// bi kamu suka juga ya sama randraa?// aku gak tau tan, tapi semenjak tau dia suka sama aku aku jadi ngearasa ada sesuatu yang berbeda aja.apa iya aku juga suka sama randra tan?//kenapa gak kamu tanya sama hati mu sendiri bi, makanya kalo dia nelvon atau sms jangan dicuekin donk bi.


Kring kring” selamat malam bi, aku boleh telvon kamu gak bi? // boleh, telvon aja , “ sentto randra”
 Love Lane “ Randra memanggil “ hallo // hai bi, aku gak ganggu kan ?// gak ko, kebetulan memang gak lagi ngapa-ngapain dan belum tidur.// owh gtu. Bi kamu pasti sudah tau kan kalo aku suka sama kamu?// iya tyan yang kasih tau aku, dan terdengar suara tertawa kecil randra//ya , maav ya aku jadi ngajarin tyan buat ngomong gtu ke kamu// kok gak brani bilang sendiri ?// aku masih nunggu waktu yang tepat aja, aku harus cari tau dulu suasana hati kamu.// (apa dia masih ingat bahwa dia pernah memergoki ku nangis di patry kantor sehabis mengetahui kalu mantan pacar ku selingkuh,gumam ku) // bi aku serius aku suka sama kamu, dari pertama kamu diterima dan masuk kerja di kantor yang smaa dengan ku.

***Bi gaun buatan mama dah jadi ni, kamu bisa coba gak?// aku ma? Emang ukurannya sama sama aku ?// makanya di coba dulu, kalo mama liat ukuran yang dia kasih kemarin sie sama.
Beberapa menit kemudian “ bi kamu cantik banget, ucap mama.// mama emang hebat membuat gaun pengantin ini// bi ini kan gaun impian kamu? Gakpapa di kasih ke orang laen?// ma boleh foto aku gak buat kenang-kenangan gaun desain aku pertama.// andai ini benarkamu yang akan menikah dan mengenakannya bi.// mama mulai lagi deh.// Bi minggu depan mempelainya datang untuk menggambil gaunnya, kamu rapikan ya bi// ya ma.

Dan sudah satu bulan juga hubungan ku dengan randra, bukan sebuah hubungan yang resmi si, tapi kami sepakat untuk menjalaninya.
  *** “Nomor  yang ada tuju sedang sibuk” randra sedang telvon sama siapa ya? Kok nomornya sibuk.
Love lane “ randra memanggil “ . hallo // bi tadi nelvon ya? Maav tadi lagi telvon mama./ apa randra bebohong ya, apa itu hanya alesan yang dia buat ( dalam hati) // bi bi bi, kok diam ? /. Gakpapa// ya jadi gini , aku sama keluarga mau keluar kota minggu depan, dan ini mama sibuk nelvonin terus dari tadi// oh gitu ya gapp. Aku tidak bertanya apapun tentang kepergiannya keluar kota bersama keluarganya. Karna bagiku itu bukan hal yang tidak terlalu harus aku ketahui, kalau dia merasa aku harus tau, dia pasti memberitahuku. Aku tidak boleh terlalu mencurigai randra, meski aku pernah mengalami betapa sakitnya di bohongi, aku harus percaya sama randra, terlebih dia adalah teman baiknya mas topan, dan tania tidak mungkin salah untuk menilai randra.






Satu minggu kemudian
*** Mama kenapa sie kita harus berpenampilan rapi seperti ini, mama juga kenapa pake dandan segala//nanti kan mempelainya mau ambil gaunnya dan mama mau kenalin anak mama yang desain gaun itu.// mama ada-ada aja sie// ya jadi kemarin mama kirim foto kamu yang lagi pake gaun itu, terus mempelai prianya bilang kamu cantik banget pake gaun itu.// oke,terus ?// dan keluarga nya suka banget  jadi mau dateng dan pesen baju buat keluarganya// maksud mama buat panitia atau baju keluarga  dinikahan itu// ya bi.udah ah, bentar lagi orangnya dateng// emangnya mempelai prianya gak marah itu gaun buat calon istrinya tapi dipake sama wanita laen?// gak kan dia yang minta buat kamu yang nyobain// aku? //udah ah, gak usah dibahas.

         Tin-tin ( suara klakson mobil terdengar)
Betapa kagetnya aku saat melihat siapa yang sedang turun dari mobil itu “ Randra”
Mama, aku menatap mama seolah- olah mama sudah mengetahui semuanya, dan mama hanya tersenyum.
Ini yang dimaksud randra bakwa dia akan keluar kota bersama keluarga nya, yaitu menemui keluargaku, untuk melamarku.

 02 January 2015
               *** Tante Bian cantik banget kayak putri ( tyan memeluk dan mencium pipiku) selamat ya tante bian dan om randra , tyan sayang sma tante bian dan om randra,
Inilah hari penantian mama, hari penikahan ku.

BYE .

     writen by vebriana